*karena pengguna Facebook banyak yg salah guna. aduuuh!! kenapa sih??! kita
Ga bisa ngobrol bareng tmn2 yg seru T.T
beritanya sih, Facebook bakal ditutup tanggal 15-03-2011. 2 bulan lagi niich..... T.T


Bagian 7
"Ukh.." kata Nima
"Ada ap Nima ?" kata Yuna
"Tidak ap2" kata Nima
"Tidak kau tidak baik-baik saja ! Kau terluka !" kata Yuna
"Tapi Yuna aku masih bisa bertarung kok" kata Nima
"Lebih baik kau beristirahat dulu.." kata Yuna
"Tapi kita harus segera menyelamatkan Yui" kata Nima
"Biar aku saja yang menyelamatkannya" kata Yuna
Flash back~
"Kena satu ekor !" kata sang ketua kelas tersebut
"Yuna ayo kita lari ke tempat persembunyian sebentar !" kata Nima
"Baik kita harus menyusun rencana lagi ! Kita tak bisa blak-blakan seperti ini !" kata Yuna
Yuna pergi sendirian ke tempat ketua kelasnya (atasan Yui) lalu ketua kelas itu mulai menyerang Yuna lagi. Pertarungan sengit terjadi waktu itu tanpa di sadari Yuna terkena serangan dari sang ketua kelas tersebut.
"Ukh.." kata Yuna sambil kesakitan
"Kena kau !" kata Ken
"Kau tak akan ku biarkan untuk menang ! Aku akan menyelamatkan Yui !" kata Yuna
"Masih bisa berdiri rupanya ?! Huh ! Siap-siap kau untuk serangan kali ini !" kata Ken
"Aku akan melawanmu dengan sekuat tenaga ku. Semua ini demi Yui. Aku harus menang !" kata Yuna
Yui yang mendengar perkataan Yuna tiba-tiba sadar. Yui melepas baju misterius itu dan ia bingung dengan apa yang telah terjadi selama ini. Lalu Yui berjalan ke dekat Yuna dan..
"Kakak ? Kenapa kita di sini ?" tanya Yui
"Nanti ku ceritakan Yui. Jangan sekarang." kata Yuna
"Tapi kak aku ingi tahu" kata Yui
"Baiklah akan kakak ceritakan." kata Yuna
Yuna menceritakan semua yang terjadi kepada Yui tetapi tiba-tiba Ken berkata..
"Huh rupanya dia sudah sadar. Aku tidak membutuhkannya lagi." kata Ken
"Yui cepat kau pergi dari sini !" kata Yuna
"Tapi bagaimana dengan kakak ?" kata Yui
"Aku akan baik-baik saja percaya padaku." kata Yuna
"Tidak aku akan membantu kakak !" kata Yui
"Baiklah kalau kau tetap memaksa." kata Yuna
Tiba-tiba Yuna terkena serangan dari Ken lagi. Hal itu di sebabkan karena ia tidak memperhatikan Ken ketika berbicara dengan Yui. Yui yang melihatnya langsung menangis. Tanpa di sadari muncul lah kekuatan kasih sayang seorang adik terhadap kakaknya lalu kekuatan kasih sayang itu mengalahkan Ken. Melalui kejadian itu Ken sadar bahwa ternyata ada cinta kasih di setiap hati manusia maka Ken tidak lagi mencari kekuatan. 2 hari setelah kejadian itu Yuna sadar dan Yui menceritakan apa yang terjadi pada Yuna. Akhirnya mereka membakar baju itu dan Yui, Yuna, dan Nima Hidup bahagia~
~THE END~
Bagian 6
Yuna dan Nima pergi ke tempat barang ke 4 berada. Mereka mengikuti Vampire Yui. Tetapi Vampire Yui sangat cerdik. Ia sudah mengambil barang yang asli dan menduplikat barang tersebut jadi saat ia kembali ke tempat itu sebenarnya ia menaruh barang duplikat itu, lalu ia pergi dari tempat itu. Nima dan Yuna tidak curiga sama sekali. Mereka tidak tahu bahwa barang itu barang duplikat. Sehingga..
"Ukh susah sekali.. Mengapa benda ini tak mau hancur ?!" kata Yuna
"Biar aku yang mencobanya" kata Nima
"Baik ini.." kata Yuna
Sayangnya mereka tidak berhasil. Nima pun menduga bahwa benda ini telah di tukar oleh Vampire Yui. Tetapi mereka sebelumnya sudah mendapatkan benda ke 1 jadi mereka sedikit lega.
"Sial ! Kata Nima
"Kenapa ?!" kata Yuna
"Benda ini telah di tukar oleh Vampire Yui." kata Nima
"Apa ?! Bagaimana kita bisa menghancurkan benda ke 2- ke 5 ?!" kata Yuna
"Mungkin vampire Yui mempunyai atasan dan atasan vampire Yui telah tahu bahwa kita menghancurkan benda ke 1, jadi ia meminta vampire Yui melakukan hal ini !" kata Nima
"Jadi kita harus bagaimana ?" kata Yuna
"Ng.. bagaimana ya ?" kata Nima
"Lebih baik kita mengawasi rumah semua orang. Aku takut ada korban lagi !" kata Yuna
"Baiklah.. Lagi pula hari sudah gelap. Jadi kita harus mencari besok." kata Nima
Nima dan Yuna kembali ke rumah. Mereka istirahat sementara agar mendapat kekuatan yang vukup untuk melakukan legiatan esok pagi. Tetapi...
~Jam 00:00~
"Kyaaaaaaaaaa...... bruk.." kata Hime
"Huhuhuhu kekuatan anak ini bagus lebih baik aku bawa kepada yang mulia saja" kata Vampire Yui
~Sisi lain~
"Tidak Hime di bawa oleh Vampire Yui !" kata Nima
"Apa ?! Kemana ?!" kata Yuna
"Aku tidak tahu aku mau membaca pikirannya tetapi ada hawa gelap yang menutupi jalan menuju pikiran tersebut !" kata Nima
"Kalau begitu gawat sekarang ! Jika ia menemukan orang yang bisa mempunyai kekuatan besar ia akan membawa kepada atasannya itu !" kata Yuna
"Ya akupun tidak tahu harus bagaimana sekarang" kata Nima
"Lebih baik kita segera mencari dimana letak keberadaan atasanya vampire Yui. Bagaimana ?" kata Yuna
"Ia aku juga tahu tapi kitakan tidak tahu dimana letak keberadaannya ?!" kata Nima
"Memang. Tetapi kita harus mencarinya bagaimanapun atau apapun yang harus kita pertaruhkan !" kata Yuna
"Kau benar ! Demi Yui kita harus mau mempertaruhkan nyawa kita sekalipun itu memang harus di lakukan." kata Nima
"Ya kau benar Nima. Mari kita cari dimana letaknya. Oo ia aku ingin tanya sesuatu padamu." kata Yuna
"Ia kita harus cepat-cepat menyelamatkan Yui. Tanya apa ?" kata Nima
"Apa wujud atasannya Yui ?" tanya Yuna
"Aku tidak tahu. Oo ia kau bertanya seperti itu aku tahu dimana kita bisa mengetahui letak atasannya Yui !" kata Nima
"Dimana ?" tanya Yuna
"Kitakan bisa mencarinya di perpustakaan. Masa kau lupa ?" kata Nima
"Wah aku sampai tak terpikirkan. Ayo segera kesana !" kata Yuna
"Ia !!" kata Nima
~Di perpustakaan~
"Wah banyak sekali bukunya" kata Yuna
"Bukan saatnya untuk itu ! Kita harus cepat-cepat mencarinya !" kata Nima
"Ok aku akan berusaha keras.." kata Yuna dengan semangat
"Aku akan membantu mu.." kata Nima
"Terima kasih" kata Yuna
"Sama-sama.." kata Nima
Setelah mencari beberapa hari, Yuna senang bisa menemukan hal yang bisa melepaskan kutukan Yui. untungnya selama beberapa hari tersebut tidak ada yang di lakukan oleh vampire Yui. Maka berangkatlah Yuna dan Nima ke tempat atasan Yui berada. Di sana ia kaget karena..
"Ternyata atasan Yui adalah.." kata Yuna
"Ketua kelas kita !" kata Nima
"Akhirnya datang juga kalian. Yuna, Nima." kata Ken
"Kenapa kau melakukan ini ketua kelas ?" kata Yuna
"Untuk mencapai kekuatan yang sempurna aku butuh tumbal. Tumbal yang cocok adalah Yui. Maka itu aku meninggalkan baju misterius tersebut." kata Ken
"Kekuatan apa ?! Tidak ada gunanya kekuatan jika kita tidak mau berusaha." kata Yuna
"Betul apa yang Yuna bilang. Kalau kau ingin kekuatan berusaha sendiri !" kata Nima
"Kekuatan yang aku butuhkan adalah menguasai dunia ! Bisa apa aku jika hanya seperti ini ?!" kata Ken
"Banyak ! Kau tidak butuh menguasai dunia melainkan menjadi ketua kelas yang mampu membantu semua anggota kelas yang ia punya !" kata Yui
"Ia Yui benar ! Kau tidak butuh menguasai dunia !" kata Nima
"Huh kalian tidak tahu apa-apa tentang diriku ! Rasakan ini !" kata Ken
Wush.. Ken mulai menyerang. Tetapi Yuna dan Nima dapat mengelak. Pertarungan sengit pun di mulai. Yuna berusaha melindungi Nima dari serangan Ken. Untungnya Yuna mempunyai pedang yang dapat menghindari serangan dari Ken. Apa yang akan terjadi ?
Apa Yuna berhasil menyelamatkan Yui ? Yuk kita lihat di bagian 7
~Bersambung~
Bagian 5
~Esok harinya~
"Yuna ayo bangun, kita harus berangkat sekarang juga." kata Nima
"Ia aku segera bangun.. *sibuk*" kata Yuna
"Yuna, ayo segera berangkat.." kata Nima
"Ok.. lets go.." kata Yuna
Yuna dan Nima terus mencarai letak persembunyian vampire Yui tetapi mereka belum menemukannya juga. Vampire Yui sebenarnya sekarang sedang berubah menjadiorang lain dan Nima bisa membaca pikiran vampire Yui jadi ia dan Yuna segera memberi tahu para warga agar tidak memperbolehkan sosok tersebut untuk memasukki rumah mereka semua.
Tetapi tentu saja seperti biasa ada orang yang tidak percaya dengan hal itu jadi mereka mengabaikan isi surat yang di kirim oleh Nima.
"Yuna !!" kata Nima
"Apa ?" kata Yuna
"Tetap ada beberapa orang yang mengabaikan perintah kita. Bagaimana dengan mereka ? Mereka bisa menjadi korban vampire Yui nanti.." kata Nima
"Sebaiknya kita menjaga rumah mereka." kata Yuna
"Tapi terlalu banyak yang tidak percaya.." kata Nima
"Gunakan sihirmu untuk mengkloning kita berdua sesuai jumlah orang yang tidak percaya" kata Yuna
"Ide bagus !" kata Nima
"Cepat kita tidak punya waktu banyak, sekarang hari sudah menjelang sore hari. Bisa gawat kalau kita terlambat !" kata Yuna
"Ia aku akan berusaha secepat mungkin !" kata Nima
Sayangnya mereka kurang cepat sedikit. Ada satu orang yang belum dapat penjagaan maka....
"Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..........." kata Tama (lalu pingsan)
"Aku mendapat kekuatan baru lagi.. Bagus semakin kuat diriku sekarang.." kata Vampire Yui
~di sisi lain..~
"Gawat Yuna. Kita kurang cepat lagi !" kata Nima
"Apa ?! Siapa korban sekarang ?" kata Yuna
"Tama, darah yang di ambil sekarang lebih banyak dari biasanya." kata Nima
"Kalau begitu gawat sekali. Bagaimana sekarang ?!" kata Yuna
"Kita harus terus mencari tempat persembunyian vampire Yui, kita harus menghancurkan 1 dari 5 barang untuk melemahkan kekuatan baju misterius tersebut." kata Nima
"Kenapa baju itu misterius ?" kata Yuna
"Karena berebeda orang maka berbeda pula kekuatan yang akan merubah orang tersebut." kata Nima
"Kalau begitu gawat. Kita harus segera menemukan barang-barang tersebut sebelum vampire Yui semakin kuat. Tetapi jika sudah berhasil di lepaskan kita harus benar-benar menghancurkannya agar tidak ada orang lain yang menemukan lagi baju tersebut untuk selamanya" kata Yuna
"Kau benar Yuna, ayo kita harus segera bergegas secepat mungkin." kata Nima
Benda pertama terletak di rumah Vampire Yui sekarang. Sedangkan mereka harus keluar dari kota tersebut untuk menemukan benda kelima, karena itu benda yang sangat langka untuk di dapat. Setelah mencari dengan susah payah, Yuna menemukan sesuatu kejanggalan di tepian taman bermain mereka dulu waktu kecil. Mereka (Yuna dan Nima) menyelidiki apa yang aneh disana dan mereka menemukan rumah vampire Yui dengan mudah.
"Nima ini dia tempatnya !" Kata Yuna
"Bagus sekarang kita harus mencarinya" kata Nima
"Benda apa Nima ?" kata Yuna
"Benda berharga Yui. Hanya kau yang taukan.." kata Nima
"Ng.. Tapi apa ya ?" kata Yuna
"Mungkin benda kesayangannya" kata Nima
"Ah itu dia..." kata Yuna
"Apa ?" kata Nima
"Sisir berharganya ternyata Yui membawanya kesini.." kata Yuna
"Coba saja hancurkan dengan batu itu jika pecah berarti benar" kata Nima
"Oke" kata Yuna sambil memukul sisir itu dan..
"Berhasil !!!!" kata Nima dan Yuna
"Bagus Yuna kiat berhasil menemukannya dan menghancurkannya berarti tinggal 4 benda lagi yang perlu di hancurkan sehingga Vampire Yui dapat kembali ke asalnya.." kata Nima
"Ia aku akan terus berusaha agar Yui dapat kembali ke kehidupan semulannya" kata Yuna
~Di sisi lain kota~
"Ukh.." kata Vampire Yui
"Ada apa Yui" kata seseorang misterius itu
"Sepertinya mereka berhasil menemukkan benda pertama" kata Vampire Yui
"Apa ?! Cepat pergi ke tempat benda 2,3,4, dan 5 segera bawa benda itu kesini !" kata Orang misterius itu lagi
"Baik" kata Vampire Yui lalu pergi
Yuna dan Nima mencari-cari benda ke 2 tetapi mereka tidak tahu ada dimana benda tersebut. Sayangnya Vampire Yui sudah mengambil benda ke 2 dan ia dalam perjalanan ke tempat benda ke 3 berada. Nima yang bisa membaca pikiran Vampire sekilas, ia langsung mengajak Yuna ke tempat benda ke 4 padahal mereka tidak tahu tempatnya. Tetapi karena Nima cerdik, ia menunggu waktu Vampire Yui pergi ke tempat benda ke 4 dan mereka juga pergi. Nima tahu resikonya. Jika mereka kesana mereka akan bertarung dengan Vampire Yui. Nima berencana pergi diam-diam tanpa di ketahui Yuna, itu kerena Nima tahu Yuna pasti tidak akan mau untuk bertarung melawan vampire Yui, tetapi ia tahu bahwa Yuna sendiri ingin menyelamatkan Yui jadi Nima mengantar Yuna ke tempat benda ke 4 serta ia bersedia untuk bertarung melawan vampire Yui sekalipun jika ia harus meninggal ketika melawan Vampire Yui
~Akan kah Yuna berhasil melawan vampire Yui ? Mari kita lihat di bagian 6 xD *plak* wkwk :P~
Bagian 4
~Malam hari ke 7~
"Yuna... Berikan bajumu serta dirimu.." kata vampire Yui yang datang tiba-tiba
"Tidak Kembalikan Yui ! Kembalikan Yui !" kata Yuna
"Tidak ! Serahkan dirimu atau aku akan menggigitmu !" kata vampire Yui
"Tidak akan !" kata Yuna (sambil bersembunyi dengan sangat ketakutan di balik selimut)
"Yuna ayo berikan dirimu !" kata vampire Yui
"Tidak mau !!!!!!" kata Yuna
"Kau mau Yui selamat ? Jika ya, berikan dirimu !" kata vampire Yui
"Tidak ! Aku tidak percaya dengan vampire sepertimu ! Tidak dan tidak akan pernah !" kata Yuna
"Apa kau yakin dengan keputusanmu ?" kata vampire Yui
"Ya aku yakin !" kata Yuna
"Baiklah aku akan kembali setiap saat sampai kau mau memberikan dirimu !" kata vampire Yui
Yuna menangis. Ia berpikir seandainya saja dia tidak meninggalkan Yui sendirian di rumah hari itu, pasti Yui tidak akan menjadi Vampire. Tetapi semua itu telah terjadi, waktu tidak bisa di ulang kembali.
Nima yang melihat Yuna begitu pasrah lalu ia berkata kepada Yuna
"Semua yang sudah terjadi tidak bisa di ubah, semua yang sudah terjadi hanya bisa kita lihat akibatnya, semua itu memang adakalanya menyakitkan tetapi jika sudah terjadi hanya kita yang bisa mengubahnya melalui kesempatan lain."
"Ya aku akan berusaha mengubahnya !" kata Yuna dengan semangat
"Bagus kalau begitu lebih baik sekarang kita pergi mencari dimana tempat persembunyian vampire Yui !" kata Nima
"Ok lets go !!" kata Yuna
Tetapi tidak semudah itu mereka menemukan tempat yang menjadi persembunyian vampire Yui. Vampire Yui mempunyai kekuatan besar untuk menghilang dan merubah dirinya menjadi orang lain serta membuat tempat persembunyiannya tidak terlihat.
~Malam Hari ke 8~
(Menggigit salah satu teman dekat Yuna) -> vampire Yui
"Kyaaaa... (lalu pingsan)" teriak Ria
"Tidak vampire Yui sudah mulai bergerak !" kata Nima
"Apa ?! Ia menyerang siapa ? Ria ! Aku melihatnya tapi ketika aku mau masuk pintunya semua di segel oleh kekuatan vampire Yui !" kata Nima
"Kita harus memberitahukannya kepada semua warga desa ! Sebelum terlambat !" kata Yuna
"Ok ! (Melakukan sihir pemberitahuan)" kata Nima
Semua warga melakukan pemberitahuan yang telah di beritahukan oleh Nima kecuali beberapa orang yang tidak percaya dengan hal tersebut. Vampire Yui pun mulai bergerak kembali dan Ria masih pingsan tetapi ia tidak berubah menjadi vampire, tetapi kekuatan vampire Yui semakin meningkat.
~Di rumah Yui dan Yuna~
"Nima ayo menginap di sini ! Aku butuh bantuanmu, aku takut jika vampire Yui datang lagi kesini." kata Yuna
"Ia aku akan menjagamu serta diriku dari kekuatan vampire Yui" kata Nima
"Terima kasih" kata Yuna
"Sama-sama" kata Nima
"Ayo kita istirahat ! Supaya besok bisa mempunyai kekuatan yang cukup untuk mencari vampire Yui" kata Yuna
"Ok aku juga butuh mengistirahatkan tubuhku" kata Nima
~Jam 00:00~
"Kyaaaaaa..... (lalu pingsan)" teriak Mito
"(Bangun dan memberitahu Yuna) Yuna ! Yuna ! Vampire Yui menyerang lagi ! " kata Nima
"Siapa ? (kaget)" kata Yuna
"Mito !" kata Nima
"Apa ?! Pasti Mito tidak melakukan perintah mu !" kata Yuna
"Mungkin..." kata Nima
"Apa kita perlu bergerak sekarang ?" kata Yuna
"Tidak. Aku yakin itu pasti hanya untuk memancing kita keluar !" kata Nima
"Ia tapi pasti akan jatuh korban lebih banyak lagi ! Bagaimana sekarang apa yang harus kita lakukan ?" kata Yuna
"Kita tidur lagi. Hal itu akan di bicarakan besok saja. Bagaimana ?" Kata Nima
"Baiklah.." kata Yuna
~Bersambung hehe ^_^~
Ini adalah hari ke 3, Yui dan Yuna masih saja memakai baju itu. Teman-teman mereka semakin menjauh karena tidak ingin ikut kedalam kutukan baju tersebut. Yui dan Yuna tetap saja tidak mempercayai apa kata teman-teman mereka.
~Di sekolah~
"Y.. Yui.., Y.. Yuna. K...Ka..Kalian t..ti..tidak m..me..melepas b..ba..baju itu ?" kata Nima dengan gemetar
"Tidak, kami suka dengan baju ini !" kata Yui
"Benar apa kata Yui ! Kami suka baju ini dan kami tidak mau melepas baju ini." kata Yuna
"Ooh ya sudah.. (berbalik menjauhi Yui dan Yuna)" kata Nima
Hari demi hari berlanjut, Yui dan Yuna tidak menyangka itu sudah hari ke 6 mereka memakai baju itu. Tiba-tiba waktu malam har ke 6 itui, Yui tidak sadarkan diri, Yuna pun melepas baju itu dengan cepat dari tubuhnya serta tubuh Yui, tetapi tetap saja tidak memberikan hasil apapun kepada Yui, Yui tetap tidak sadarkan diri. Yuna dengan tubuh yang gemetar menjauh dari Yui. Yuna menangis ia tidak bisa menceritakan kepada siapapun terutamai mamanya.
~Esok harinya~
"Yui, Yuna cepat nanti kalian terlambat !" teriak mama dari lantai bawah
"Tidak ma, Yui sakit dan Yuna akan merawatnya jadi mama tak perlu khawatir." jawab Yuna
"Ya sudah kalau begitu. Hati-hati ya Yui, Yuna. Mama akan segera pulang lebih cepat jika keadaanya semakin parah" kata mama
"Ia ma. Percayakan pada kami.." jawab Yuna
Yuna diam-diam pergi ke sekolah. Ia meminta bantuan kepada Nima untuk menolongnya, karena hanya Nima yang tau tentang atau bagaimana sejarah baju tersebut. Yuna mendengarkan dengan seksama, ia terus menjaga Yui tetapi...
~Sesampainya Yuna dan Nima di rumah Yui dan Yuna~
"Astaga Yui hilang. Baju yang ia punyapun ikut menhilang. Bagaimana ini Nima apa yang terjadi ?" kata Yuna sambil menangis
"Mungkin ia mencari tempat yang sunyi agar nanti malam bisa melakukan misinya dengan baju tersebut." kata Nima
"Misi apa ? Apa misi itu berbahaya untuk masyarakat sekitar ?" tanya Yuna
"Ya berbahaya untuk kita. Lebih baik kau membuang baju milikmu tetapi di tempat yang tidak di ketahui Yui." kata Nima
"Kenapa harus begitu ?" kata Yuna
"Yui akan memakaikannya kepadamu jika kau tidak menyembunyikannya." kata Nima
"Memang kenapa jika aku memakainya juga ?" tanya Yuna
"Jika kau memakainya kekuatan Yui untuk menjadi vampire seutuhnya dengan baju tersebut semakin meningkat !" kata Nima
"V..Vampire ?" kata Yuna
"Ya Vampire ! cepat Yuna sembunyikan bajunya" kata Nima
"Baik !" kata Yuna
~Bersambung lagi ^_^~